Namun, di antara segala keraguan itu, kami selalu menemukan satu alasan untuk bertahan:
kami masih ingin memperjuangkan satu sama lain.
Sampai akhirnya kami mengerti, bahagia bukan berarti tidak pernah terluka. Bahagia adalah ketika setelah berkali-kali diuji, kita masih memiliki seseorang yang ingin kita genggam tangannya dan katakan,
“Mari kita pulang bersama.”