Pertemuan
Awal kisah kami bermula dari masa kecil yang penuh tawa. Sebagai tetangga dekat, kami hampir setiap hari bermain bersama hingga akhirnya duduk di bangku SD yang sama. Namun, takdir sempat membawa kami ke jalan yang berbeda. Selepas SD, kami harus berpisah jarak. Saya melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di sebuah pondok pesantren di Jember, sementara ia tetap bersekolah di daerah rumah.
Sembilan tahun lamanya kami menjalani hidup masing-masing tanpa kabar. Siapa sangka, setelah hampir satu dekade berlalu, pintu komunikasi itu kembali terbuka. Obrolan sederhana membawa kembali kenangan masa kecil, dan kami menyadari bahwa rasa nyaman itu ternyata tidak pernah benar-benar hilang.