Lamaran
Kami pernah saling menjauh.
Bukan karena hilang rasa, tapi karena ingin memperbaiki diri, menata hati, dan memastikan bahwa apa yang kami jalani bukan sekadar keinginan, melainkan kesiapan.
Dalam jarak itu, kami belajar arti rindu yang tidak harus diungkapkan, dan doa yang diam-diam dipanjatkan. Hingga pada akhirnya, Allah kembali mendekatkan kami dengan cara yang lebih tenang, lebih dewasa, dan lebih pasti.
Kami pun memahami, bahwa cinta yang baik bukan yang tergesa-gesa, melainkan yang dipersiapkan dengan kesungguhan. Bukan hanya tentang bersama, tapi tentang bagaimana saling membawa menuju kebaikan dan ridha-Nya.
Hingga akhirnya pada 1 juni 2025 kamu memutuskan untuk melamarku.