Sebuah Janji yang Ditepati
18 Januari 2025
Menjadi awal perkenalan kami, sebuah awal sederhana yang perlahan membawa kami pada kisah yang begitu berarti.
Tak pernah kami sangka, pertemuan di Jakarta pada 6 Juni 2025 akan membawa kami pada perjalanan panjang menuju sebuah pernikahan.
Setelah pertemuan itu, kami kembali menjalani hubungan jarak jauh. Jarak Indonesia dan Turki menjadi bagian dari perjalanan kami melewati rindu, perbedaan waktu, dan hari-hari tanpa selalu berada di tempat yang sama.
Hingga tiba saatnya kami harus kembali berpisah di bandara.
Saat itu, Ömer tidak mengucapkan lamaran seperti kisah cinta pada umumnya. Ia hanya berkata,
“Aku berjanji akan menjemputmu, membawamu bersamaku, dan kita akan tinggal di rumah kita.”
Sebuah kalimat sederhana yang menjadi janji yang selalu kami ingat.
Waktu terus berjalan. Setelah perjalanan yang kami lalui bersama, Ömer berkata kepadaku,
“Sudah waktunya kita mewujudkan janji kita. Kita akan menikah pada 27 Agustus 2026.”
Dari sanalah, janji yang pernah diucapkannya di bandara perlahan menjadi nyata.
27 Agustus 2026
Hari ketika sebuah janji menjadi kenyataan.
Hari ketika kami tidak lagi harus mengucapkan selamat tinggal di bandara.
Hari ketika perjalanan kami berlanjut sebagai pasangan suami dan istri.
Karena pada akhirnya, cinta bukan hanya tentang kata-kata, tetapi tentang janji yang ditepati.