Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Ya Allah semoga rida-Mu tercurah mengiringi pernikahan kami.
Barangkali semesta telah lama menuliskan nama kita dalam satu halaman yang sama, hanya saja waktu memilih saat yang paling tepat untuk mempertemukannya.
1 Juli 2022, takdir menggiring langkah kami menuju tempat yang sama. Sebuah ruang untuk menimba ilmu, tempat mimpi-mimpi dirangkai dan masa depan dipersiapkan. Kita dipertemukan di tempat yang bahkan tak pernah kami bayangkan akan menjadi awal dari perjalanan sepanjang usia. Pertemuan itu tampak biasa, tanpa isyarat bahwa kelak akan menjadi awal dari kisah yang luar biasa.
Kala itu, kami hanyalah dua nama yang dipertemukan waktu, tidak ada janji bahkan tidak ada kata-kata cinta. Hari-hari yang berlalu perlahan mengubah perkenalan menjadi persahabatan. Siapa sangka, di antara tawa sederhana dan percakapan tanpa rencana, takdir diam-diam sedang menenun benang merah yang kelak akan menyatukan kami berdua.
Kami percaya, takdir tidak pernah tergesa. Ia hanya bekerja dengan caranya sendiri, mempertemukan dua hati tepat ketika keduanya siap saling menemukan.
Cinta tidak selalu datang dengan gemuruh. Kadang ia tumbuh dalam diam, mengakar perlahan di kedalaman hati, hingga tanpa disadari telah menjadi tempat pulang.
Tanpa pernah memaksakan sebuah ikatan, kedekatan batin kami bertumbuh dari waktu ke waktu. Dua hati yang berjalan di jalannya masing-masing ternyata sedang diarahkan menuju tujuan yang sama.
Hingga pada 15 Januari 2025, kami memulai sebuah perjalanan yang lebih BERMAGNA. Sebuah kisah yang dipenuhi tawa dan air mata, harapan dan doa, serta keyakinan bahwa setiap langkah akan selalu menemukan alasan untuk tetap bersama.
Waktu mengajarkan kami bahwa cinta bukan hanya tentang saling memiliki, melainkan tentang saling bertumbuh.
Waktu juga mengajarkan kami bahwa cinta bukan hanya tentang menikmati langit yang cerah, melainkan tetap memilih berjalan beriringan ketika hujan datang tanpa aba-aba.
Lalu waktu membawa kami pada satu keyakinan. Hingga pada 12 Oktober 2025, dua keluarga dipertemukan. Dua doa dipersatukan. Dua restu dipeluk dalam satu harapan.
Di hadapan orang tua dan restu semesta, kami saling menyematkan lingkar keabadian pada jemari. Sebuah cincin yang bukan sekadar perhiasan, melainkan penanda bahwa sejak hari itu, dua takdir memilih untuk berjalan dalam satu kehidupan, selamanya.
Di hadapan orang tua, kami mengikat sebuah janji. Bukan sekadar untuk hari itu, tetapi sebagai awal dari ikhtiar panjang menuju kehidupan yang akan kami bangun bersama.
Setiap perjalanan selalu memiliki pelabuhan. Namun bagi kami, pelabuhan ini bukanlah akhir dari pelayaran, melainkan awal mengarungi samudra yang jauh lebih luas.
Pada 25 Agustus 2026, kami menambatkan kisah masa muda dan meninggalkan dermaga tempat cinta kami bertumbuh. Kami kemudian menaiki bahtera rumah tangga. Sebuah perjalanan suci yang tidak lagi mengenal kata kembali, sebab tujuan kami kini hanya satu yaitu berjalan searah, seumur hidup.
Dengan cinta sebagai layar, kepercayaan sebagai jangkar, doa sebagai kompas, dan Tuhan sebagai penuntun arah, kami memilih untuk mengarungi setiap musim bersama.
Kelak jika ada ombak yang meninggi, angin yang berembus kencang, bahkan langit yang tak selalu cerah. Tetaplah berada di dalam kapal, karena selama tangan ini tetap saling menggenggam dan selama doa masih saling menguatkan, kami percaya setiap badai akan berubah menjadi cerita yang menguatkan cinta.
Semoga bahtera ini senantiasa berlayar dalam kasih Allah, dipenuhi tawa yang tak lekang oleh waktu, dikelilingi langkah kecil anak-anak yang menjadi pelita, hingga suatu hari nanti, ketika rambut mulai memutih dan usia menjelma senja, kita masih duduk berdampingan, menyaksikan cucu-cucu berlarian, sambil mensyukuri bahwa pertemuan sederhana telah menjadi keputusan terindah sepanjang hidup.
Hingga akhirnya kita yakin, bahwa cinta bukan tentang seberapa indah kita dipertemukan, melainkan tentang seberapa setia kita memilih satu sama lain, setiap hari, dan bersama selamanya.
Merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i, berkenan hadir dan memberikan do’a restu kepada kami.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh